Sudah 2 hari ini duniaku terasa
gelapL baru
aja kemarin tgl 27 Mei 2014 aku ditolak salah satu universitas negeri
pilihanku. Kegagalan kemarin merupakan cobaan berat buatku. Cita-cita, harapan,
doa, kerja keras, impian, bahkan hidupku kutaruh disana. Rasanya sulit sekali menerima
kenyataan-_-
Kini duniaku masih gelap, aku masih
berusaha untuk mencari penerangan yang bisa membuat duniaku secerah dulu.
Sekarang perjuanganku untuk mencari penerangan tersebut kumulai kembali. Aku
sudah mulai mendaftar universitas negeri sejak tadi pagi.
Tugasku kali ini berat, bukan hanya
sekedar mencari penerangan tersebut. Aku juga harus bisa membuktikan dan
membuat orang yang sudah mendukungku percaya padaku. Aku harus meyakinkan
mereka kalau aku pasti bisa. Tapi sebelum aku meyakinkan mereka aku harus
meyakinkan diriku sendiri.
Tidak mudah untuk seseorang bangkit
dari kegagalannyaL
Banyak yang perlu dikuatkan, mulai dari hati, pikiran, keyakinan, kemauan, dan
terutama niat. Aku tidak tahu sampai kapan kegelapan ini menyelimuti duniakuL Namun aku berjanji
akan terus berjuang. Kegagalan kemarin hanyalah 1 dari sekian ribu kegagalan
yang pernah kualami. Jadi, kenapa aku harus takut ataupun putus asa? Ini pasti
ada jalan keluarnya kan?
Kegagalan kemarin tidak aku sesali,
melainkan akan kujadikan sebagai awal mula dari perjuanganku. Dari kegagalan
itu aku banyak belajarJ
hatiku pun jadi lebih kuat, karena hatiku telah banyak melewati berbagai
kegagalan. Banyak orang yang dalam hidupnya jarang bahkan tidak pernah
merasakan gagal. Bagus sih… tapi, apakah mereka siap jika suatu hari nanti hari
yang gelap datang pada mereka? Apakah mereka bisa bangkit kembali? Berapa lama
hati mereka akan sembuh? Pertanyaan itulah yang kini berputar di kepalaku. Hal
itulah yang membuat aku bersyukur, aku adalah orang yang pernah merasakan
kegagalan, akulah orang yang mencoba belajar dari pengalamanJ
Yang harus aku hindari adalah
mengulang kegagalan ini, kegagalan yang sama-_- Kini aku lebih realistis dan berhati-hati
dalam mengambil keputusan. Aku juga jadi lebih menghargai suatu hal yang kecil,
suatu hal yang sering aku remehkan. Karena, bisa jadi kegagalanku kemarin
berasal dari suatu hal yang kecil dan sepele?
Tanggal 17 Juni 2014 nanti
merupakan hari penentuan sekaligus hari perjuangan yang sesungguhnya. Semua
orang terdekatku yang juga mengalami kegagalan ikut bertempur bersamaku di hari
itu. Pasti sungguh menakutkan pada hari itu. Tapi aku tidak bisa
menghindarinya. Karena, itu adalah kesempatan terakhir bagiku untuk mendapatkan
kembali penerangan itu.
Aku sangat yakin bahwa hari terang itu akan datang kembali. Tinggal aku yang memilih, mau kapan aku bertemu dengan hari terang itu? Seseorang bicara padaku......Disaat hari gelap itu datang, hanya satu kekuatan terbesar manusia. HARAPAN
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar